Beberapa Syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Melakukan Uji Independent Samples T-Test

By
Independent Samples T-Test termasuk salah satu jenis uji beda rerata (mean) yang menggunakan 2 (dua) kelompok yang independet (bebas). Maksud independent (bebas) di sini adalah bahwa tidak ada keterkaitan antara 2 kelompok tersebut.

Sebelum melakukan uji independent samples t-test, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut:

1. Distribusi Data Harus Normal
Seperti halnya uji statistik parametrik yang lain, uji independent samples t-test menggunakan persyaratan data yang digunakan harus berdistribusi normal. Uji normalitas bisa dilakukan dengan melihat nilai z-score kurtosis atau skewness, kolmogorov smirnov, dan sebagainya.

Lalu bagaimana jika datanya tidak normal??
Apabila data tidak normal, bisa dilakukan transformasi data terlebih dahulu, kemudian diuji normalitasnya lagi. Namun, apabila setelah transformasi data, tetap tidak berdistribusi normal, maka independent samples t-test tida bisa dilanjutkan, dan bisa menggunakan uji statistik nonparametrik.


2. Sampel Harus Independent (Bebas)
Seperti yang telah disinggung di depan, bahwa independent samples t-test menggunakan dua kelompok yang saling independent (bebas), sehingga tidak ada keterkaitan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Penentuan dua kelompok independent ini bisa dilakukan sebelum proses pengambilan data.

Contoh:
Seorang guru ingin membandingkan keefektivan model pembelajaran course review horay dengan model pembelajaran talking stick dalam meningkatkan prestasi belajar dua kelompok siswa. Dua kelompok siswa tersebut harus independet, agar kelompok 1 tidak berintervensi dengan kelompok 2.

Hal ini bisa dilakukan dengan cara memilih dua kelas siswa, tetapi berbeda sekolah. Sehingga prinsip independet bisa terpenuhi. Namun, yang menjadi catatan jenis sekolahnya harus sama, SMA dengan SMA, dsb. Kemampuan awal siswa kedua kelompok juga harus sama, sehingga benar-benar bisa dilihat perbandingan keefektivan model pembelajaran course review horay dengan model pembelajaran talking stick dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
Facebook Twitter Google+

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts