Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner

Posted by Budi Wahyono


Uji Validitas dan Reliabilitas, tentunya kedua uji ini sudah tidak asing di telinga mahasiswa, khususnya yang sedang sibuk mengerjakan skripsi atau tesis kuantitatif.

Yup, Uji Validitas dan Reliabilitas digunakan ketika seorang peneliti tengah melakukan uji coba (try out) kuesioner atau angket untuk penelitian. Biasanya dikenakan pada minimal 30 orang responden di luar sampel.

Namun, bagi yang belum mengetahui tentang Uji Validitas dan Reliabilitas tersebut, akan kami coba jelaskan dalam artikel ini. Barangkali bisa bermanfaat bagi yang sedang atau akan mengerjakan penelitian ilmiah untuk skripsi atau tesis kuantitatif.

Baik, untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu per satu:

Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk memastikan seberapa baik suatu instrumen digunakan untuk mengukur konsep yang seharusnya diukur. Menurut Sugiono (2010) untuk menguji validitas konstruk dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan skor totalnya.

Rumus yang digunakan untuk menguji validitas instrumen ini adalah Product Moment dari Karl Pearson, sebagai berikut:


Kemudian hasil dari rxy dikonsultasikan dengan harga kritis product moment (r tabel), apabila hasil yang diperoleh rhitung > rtabel, maka instrumen tersebut valid.

Dalam praktiknya untuk menguji validitas kuesioner sering menggunakan bantuan software Microsoft Office Excel dan Statistical Product and Service Solution (SPSS).

Uji Reliabilitas
Suharsimi Arikunto (2006: 154) menyatakan “Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik”.

Reliabilitas berkenaan dengan tingkat keajegan atau ketetapan hasil pengukuran (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009). Kuesioner dikatakan reliabel jika dapat memberikan hasil relatif sama (ajeg) pada saat dilakukan pengukuran kembali pada obyek yang berlainan pada waktu yang berbeda atau memberikan hasil yang tetap.

Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus cronbach alpha sebagai berikut:


Apabila koefisien Cronbach Alpha (r11) ≥ 0,7 maka dapat dikatakan instrumen tersebut reliabel (Johnson & Christensen, 2012).

Sama halnya dengan Uji Validitas, Uji Reliabilitas juga dapat dilakukan dengan bantuan software Microsoft Office Excel dan Statistical Product and Service Solution (SPSS). Namun, memang lebih mudah dan praktis jika menggunakan software SPSS.

Baca Juga: 
1. Langkah-langkah Uji Validitas dengan Software Ms. Excel 2013 
Referensi:
  1. Johnson, B and Christensen, L. 2012. Educational Research: Quantitative, Qualitative, and Mixed Approaches. London: SAGE Publications, Inc. 
  2. Nana Syaodih Sukmadinata. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 
  3. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. 
  4. Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

{ 3 comments... read them below or add one }

mirza-mahardika said...

Salam kenal. Nama saya Mirza. Uji validitas kan ada tiga, validitas isi, kriteria dan konstruk.
Penghitungan validitas melalui korelasi skor butir-total, masuk dalam jenis validitas yang mana ya pak. Setahu saya korelasi butir-total itu menunjukkan daya beda butir.
Terima kasih.

Pendidikan Ekonomi said...

Korelasi skor butir dengan skor total itu masuk dalam Validitas
Konstruk, karena merujuk pada suatu kemampuan instrumen dalam mengukur
apa yang akan diukurnya.

Kalu dalam tujuan ini, cukup menggunakan validitas konstruk saja, lain
halnya dengan bentuk tes, harus memenuhi validitas isi dan konstruk.

N. A. T said...

kalau mencari SEE dan SD-nya gimana, ya?

Post a Comment